Gejala dan Penanganan Terkini Strabismus

1517390766779-6.jpgGejala dan Penanganan Terkini Strabismus

Strabismus (mata juling) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan penyimpangan abnormal dari letak satu mata terhadap mata yang lainnya, sehingga garis penglihatan tidak paralel dan pada waktu yang sama, kedua mata tidak tertuju pada benda yang sama.

Mata juling atau sering disebut strabismus adalah kondisi dimana mata tidak terkonfigurasi secara normal. Jika anda mengalami kondisi ini, maka mata anda terlihat ke arah yang berbeda satu sama lain. Masing-masing mata memiliki fokus kepada obyek yang berbeda. Kondisi ini sering ditemukan pada anak-anak, tetapi juga dapat terjadi pada dewasa. Pada remaja dan dewasa, mata juling sering disebabkan kondisi medis, seperti stroke dan serebral palsi. Strabismus ini biasanya dapat dikoreksi dengan lensa korektif, tindakan pembedahan atau kombinasi keduanya.

Terdapat beberapa jenis strabismus:

  • Esotropia: Mata melenceng ke arah dalam
  • Eksotropia: Mata melenceng ke arah luar
  • Hipertropia: Mata melenceng ke arah atas
  • Hipotropia: Mata melenceng ke arah bawah

Beberapa keadaan yang bisa ditemukan bersamaan dengan strabismus:

  • Ambliopia
  • Retinopati pada prematuritas
  • Retinoblastoma
  • Cedera otak traumatik
  • Hemangioma di sekitar mata (pada masa bayi)
  • Sindroma Apert
  • Sindroma Noonan
  • Sindroma Prader-Willi
  • Trisomy 18
  • Rubella kongenitalis
  • Sindroma inkontinensia pigmen
  • Cerebral palsy

Gejala Mata Juling

  • Mata juling (bersilangan),
  • Mata tidak mengarah ke arah yang sama,
  • Gerakan mata yang tidak terkoordinasi, dan
  • Penglihatan ganda.
  • Beberapa gejala mata juling yang dapat dicermati antara lain mata tidak bergerak ke arah yang sama di saat bersamaan. Salah satu mata akan menyipit atau menutup pada saat terpapar matahari dan seringkali menabrak saat berjalan.
  • Sebagian anak yang mengalami mata juling mengeluh mengalami pandangan ganda. Namun ada juga yang tidak pernah mengeluh. Kondisi mata juling justru lebih sering dikenali oleh orang lain.
  • Anak kecil yang belum mampu berkomunikasi dengan baik, biasanya tampak sering menyipitkan mata atau memiringkan atau memutar kepala ketika berusaha melihat sesuatu agar lebih jelas.

Penyebab Mata Juling

  • Penyakit ini terjadi baik karena kerusakan syaraf, atau ketika otot disekitar mata tidak dapat bekerja bersama-sama untuk mengirimkan sensoris pandangan dari masing-masing mata. Biasanya terdapat sinyal yang kuat dari salah satu mata. Jika kondisi ini tidak dikoreksi, maka dapat mengakibatkan kelemahan penglihatan pada mata yang lemah.
  • Penyakit ini sering ditemukan paa anak-anak dan penyebab pastinya tidak diketahui. Esotropia infantil adalah jenis strabismus yang terlihat pada bayiselama tahun pertama kehidupan didunia. Penyakit tersebut dapat diturunkan dari orang tua dan membutuhkan tindakan pembedahan untuk mengoreksinya.
  • Esotropia juga dapat diperoleh saat kehidupan sehari-hari atau disebut dengan acquired esotropia. Kondisi ini, terjadi pada anak antara usia 2-5 tahun. Kacamata biasanya dapat mengkoreksi dengan benar pandangan ini.
  • Strabismus dapat juga terjadi saat dewasa karena penyakit fisik seperti kerusakan mata, serebral palsi, dan stroke. Anda juga dapat terkena strabismus ini jika anda memiliki mata lelah.
  • Pada kondisi mata juling, umumnya satu mata yang garis pandangnya ke depan lebih dominan dan satu mata lagi yang garis pandangnya tidak selalu ke depan  lebih lemah. Mata yang dominan, kemampuan fokusnya dan hubungan dengan otak jauh lebih baik. Sedangkan mata yang lebih lemah biasanya terlihat tidak fokus atau tidak terhubung baik dengan otak.
  • Tidak diketahui dengan pasti penyebab dari mata juling, kemungkinan hal ini berkaitan dengan genetik.
  • Selain itu, risiko mata juling juga meningkat pada anak yang mengalami persalinan prematur, down syndrome ataupun cedera kepala dan lain-lain.
  • Kondisi mata juling juga dapat dipicu oleh gangguan penglihatan seperti rabun jauh atau katarak.

Penanganan

  • Jika sampai anak berumur 9 tahun strabismus tidak diobati, maka bisa terjadi gangguan penglihatan yang permanen pada mata yang terkena (ambliopia). Pada anak-anak yang lebih kecil, ambliopia lebih cepat terjadi; sedangkan pada anak-anak yang lebih besar, penyembuhannya memerlukan waktu lebih lama. Karena itu semakin dini pengobatan dilakukan, maka gangguan penglihatan yang terjadi tidak terlalu berat dan respon yang diberikan akan lebih baik.
  • Baca Juga:  Periodontitis, Peradangan Pada Jaringan Pendukung Gigi
  • Menutup mata yang normal dengan sebuah penutup bisa memperbaiki penglihatan pada mata yang melenceng dengan cara memaksa otak untuk menerima suatu gambaran dari mata tanpa menghasilkan penglihatan ganda. Memperbaiki fungsi penglihatan akan memberikan peluang yang lebih baik terhadap perkembangan penglihatan 3 dimensi yang normal.
  • Setelah penglihatan pada kedua mata sama, bisa dilakukan pembedahan untuk menyesuaikan kekuatan otot mata sehingga mereka menarik mata dengan kekuatan yang sama.
  • Esotropia akomodatif pada anak rabun dekat bisa diatasi dengan kaca mata sehingga pada saat melihat benda pada jarak jauh, mata tidak perlu berakomodasi.
    Pengobatan lainnya adalah obat tetes mata ekotiofat, yang membantu mata memfokuskan pada benda-benda jarak dekat.
  • Strabismus paralitik bisa diatasi dengan kaca mata yang terdiri dari lensa prisma (yang membiaskan cahaya sehingga kedua mata menerima gambaran yang hampir sama) atau bisa diatasi dengan pembedahan. Sampai umur 10 tahun, anak sebaiknya menjalani pemeriksaan mata secara teratur.
  • Jika kondisi mata juling tidak mendapatkan perawatan tepat, kemungkinan otak tidak akan menangkap hal-hal yang dilihat pada bagian mata yang lemah. Hal ini dapat menyebabkan kondisi amblyopia atau mata malas yang tidak mampu fokus. Bahkan, dapat menyebabkan kehilangan daya pandang sama sekali.
  • Pada jangka panjang, mata juling dapat mengganggu kemampuan melihat ruang tiga dimensi

Rekomendasi Umum

  • Penggunaan kaca Langkah ini dapat dilakukan pada mata juling yang tergolong ringan.
  • Penutup mata sementara. Ditempelkan pada mata yang lebih kuat untuk merangsang mata yang lebih lemah. Penutup mata ini digunakan selama beberapa minggu hingga beberapa bulan dengan harapan dapat membuat mata bergerak ke arah dan kecepatan yang sama.
  • Operasi otot mata. Kemungkinan operasi dapat dilakukan lebih dari satu kali.
  • Obat tetes mata. Diperlukan untuk membantu memperbaiki pandangan yang kabur.
  • Olahraga mata.

Meski sudah dilakukan operasi, masih ada kemungkinan anak harus tetap menggunakan kaca mata untuk memperbaiki kondisinya. Karena itu perlu terus melakukan pemeriksaan lanjutan.

Jangan anggap remeh kondisi mata juling pada anak. Dengan mengetahui gejala awalnya, bisa mengatasi kondisi tersebut jauh lebih baik karena diobati dengan cepat.

Jika anak mengalami gejala-gejala kondisi mata juling, segera periksakan ke dokter atau spesialis mata. Jangan menunda-nunda pemeriksaan karena dapat menyebabkan gangguan penglihatan pada anak.

wp-1520920215737..jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s